You need to enable javaScript to run this app.

HUT 54 Provinsi Bengkulu, Inilah 6 Fakta Unik Provinsi Bengkulu

HUT 54 Provinsi Bengkulu, Inilah 6 Fakta Unik Provinsi Bengkulu
smkn3bengkulu.sch.id - Provinsi Bengkulu merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang kaya akan cerita, sejarah, kuliner wisata dan budaya. Ragam-ragam tersebut tentu memberikan keunikan tersendiri bagi provinsi kelahiran Ibu Negara Republik Indonesia, Ibu Fatmawati Soekarno Putri.
 
Pada tanggal 18 November 2022 lalu, Provinsi Bengkulu baru saja merayakan ulang tahun yang ke 54 tahun. Nah, di suasana ulang tahun provinsi Bengkulu ini, kita akan menyajikan fakta-fakta menarik seputar Provinsi Bengkulu. Berikut 7 fakta menarik seputar provinsi Bengkulu:

1. Tempat kelahiran Ibu Negara Pertama Republik Indonesia

Hj. Fatmawati lahir pada 5 Februari 1923 di Bengkulu, Hindia Belanda. Ia merupakan istri dari Presiden Indonesia pertama Ir. Soekarno. Ia menjadi Ibu Negara Indonesia pertama dari tahun 1945 hingga tahun 1967 dan merupakan istri ke-3 dari presiden pertama Indonesia yaitu Soekarno dan merupakan ibunda dari presiden kelima, Megawati Soekarnoputri. Ia juga dikenal akan jasanya dalam menjahit Bendera Pusaka Sang Saka Merah Putih yang turut dikibarkan pada saat upacara Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di Jakarta pada tanggal 17 Agustus 1945.
 
Di Provinsi Bengkulu, tepatnya di Kota Bengkulu terdapat Rumah Fatmawati yang merupakan  rumah tempat kediaman Fatmawati. Rumah Fatmawati adalah salah satu tempat bersejarah yang berada di Bengkulu, tepatnya berada di Jalan Fatmawati, Kelurahan Penurunan, Kecamatan Ratu Samban. Rumah Fatmawati atau tempat kediaman Fatmawati istri ke-3 Soekarno ini ditetapkan Pemerintah Daerah Bengkulu menjadi aset sejarah.

2. Bunga Tunggal Terbesar di Dunia

Dilansir dari liputan6.com, Bunga Rafflesia arnoldi sudah tak asing lagi di Bengkulu. Bunga raksasa tersebut menjadi ikon Bengkulu, bahkan membuat daerah ini dikenal dunia. Bunga ini ditemukan pertama kali pada 1818 oleh dua pria asal Inggris bernama Dr. Joseph Arnold dan Sir Thomas Stamford Raffles, di hutan tropis Sumatra.
 
Bunga berdiameter berkisar antara 70 hingga 110 sentimeter ini dikenal sebagai bunga terbesar di dunia. Tak hanya besar, bunga Raflesia Arnoldi juga memiliki berat hingga 10 kilogram.
 
Menariknya, meskipun pesona bunga berwarna oranye ini sangat menawan, aromanya saat mekar busuk, hampir sama dengan aroma busuk dari daging. Bunga Raflesia ini memiliki lima kelopak bunga, namun bunga cantik tersebut tidak memiliki klorofil seperti tumbuhan lain. Bunga ini tidak bisa melakukan dan mendapatkan makanannya dari proses fotosintesis.
 
Saat ini, bunga Rafflesia arnoldi menjadi ikon yang khas dari Provinsi Bengkulu. Hal tersebut bisa kita lihat pada logo provinsi Bengkulu.

3. Benteng Malbrought, Benteng terbesar di Asia

Dilansir dari liputan6.com, Bengkulu sebagai kota terbesar kedua di pantai barat Pulau Sumatera juga punya benteng yang besar, yaitu Benteng Marlborough. Benteng ini terletak di Jalan Benteng, Kebun Keling, dan merupakan peninggalan Inggris yang menyimpan segudang sejarah, bahkan jadi benteng terkuat kedua Inggris di Wilayah Timur pada saat itu.
 
Di depan pintu masuk Benteng Marlborough, para pengunjung akan merasakan nuansa berada pada masa kolonial. Bangunan yang kokoh hingga sekarang ini memiliki bentuk unik, yaitu berbentuk kura-kura apabila dilihat dari atas. Benteng Marlborough berdiri di atas tanah seluas 44.000 meter persegi dan 8,5 meter di atas permukaan laut (mdpl). Ketika berjalan ke arah tengah benteng, pengunjung dapat melihat sebuah taman yang tertata rapi dengan sisa-sisa meriam.

4. Nama "Bengkulu" terpajang di Singapura

Ketika berada di bawah jajahan Inggris, nama Bengkulu adalah Bencoolen. Nama Bencoolen lalu diabadikan di Singapura dan digunakan sebagai nama jalan. Pemberian nama jalan di Singapura ini berawal dari berakhirnya masa penjajahan Inggris di Bengkulu.
 
Masa penjajahan tersebut berakhir lantaran adanya perjanjian antara Kerajaan Inggris dengan Kerajaan Belanda. Perjanjian yang dibuat berisi tentang pertukaran kekuasaan Inggris di Bengkulu dengan kekuasaan Belanda di Melaka dan Singapura. Saat itu, Singapura menjadi bagian dari Kerajaan Melaka.
 
Pemerintah Singapura  kemudian memberi salah satu nama jalannya dengan Bencoolen Street. Begitu pula dengan salah satu desa yang ada di Bengkulu dan Sumatera Selatan ada yang diberi nama Singapura. Nama jalan Bengkulu ini sengaja diberikan Raffles yang saat itu menjadi gubernur untuk mengenang kehadirannya di Bengkulu.

5. Rumah Pengasingan Bung Karno

Rumah pengasingan yang ditempati Bung Karno Terletak di jantung Kota Bengkulu, tepatnya di Kelurahan Anggut, Kecamatan Ratu Samban. Rumah pengasingan yang dulunya berada di wilayah terpencil itu merupakan milik pedagang keturunan Tionghoa, Tjang Tjeng Kwat. Bung Karno sampai di Bengkulu pada 14 Februari 1938 setelah sebelumnya berlayar dari tempat pembuangannya di Flores ke Pulau Jawa bersama sang istri Inggit Garnasih dan anak angkatnya Ratna Djuami. Bung Karno menempati rumah itu pada 1938-1942, dan di tempat tersebut ia kemudian bertemu dengan Fatmawati.
 
6. Festival Tabot
Bengkulu memiliki festival kebudayaan yang rutin dilaksanakan setiap tahun yaitu festival Tabut. Festival Tabut merupakan kegiatan budaya yang rutin dilaksanakan di Bengkulu setiap tahunnya, tepatnya pada tanggal 1 Muharram hingga 13 Muharam. Festival ini selalu ditunggu-tunggu oleh masyarakat di Provinsi Bengkulu.
 
Itulah fakta menarik seputar Provinsi Bengkulu. Ada fakta lainnya tentang provinsi Bengkulu? Tulis di kolom komentar ya!
Bagikan artikel ini:

Beri Komentar

Rismaiti, S.Pd, M.TPd

- Kepala Sekolah -

Assalamualaikum wr.wb. Saat ini kebutuhan informasi dan perkembangan media massa begitu pesat. Hal tersebut bisa kita rasakan di sekitar...

Berlangganan
Jajak Pendapat

Apa yang harus di kembangkan lagi dari website ini

Hasil